Jenis-jenis konsentrasi minyak wangi dalam satu produk parfum ditentukan oleh perbandingan kepekatan fragrance oil dengan alkohol atau air, yang akan memengaruhi kekuatan aroma, ketahanan di kulit, serta jarak penyebaran saat disemprotkan.
- Eau Fraiche
Eau Fraîche merupakan jenis parfum dengan konsentrasi fragrance oil paling rendah, yaitu hanya sekitar 1–3%. Karena kadar minyak wanginya sangat sedikit, aroma parfum ini terasa ringan dan cepat menguap, umumnya bertahan kurang dari dua jam di kulit.
Jenis parfum ini sering digunakan untuk memberikan kesegaran sesaat, misalnya setelah mandi atau saat cuaca panas. Dalam industri parfum, Eau Fraîche juga kerap dijadikan bonus pembelian, hadiah promosi, atau parfum pendamping karena harganya lebih terjangkau dan aromanya tidak terlalu menyengat. - Eau de Cologne (EdC)
Eau de Cologne memiliki konsentrasi fragrance oil sekitar 2–5%. Daya tahannya tergolong singkat, biasanya bertahan sekitar dua jam di kulit. Aroma parfum ini umumnya segar dan ringan, dengan nuansa citrus, herbal, atau aromatic yang memberikan kesan bersih dan menyegarkan.
Penggunaannya pun sangat praktis — cukup disemprotkan langsung ke tubuh atau pakaian untuk memberikan kesegaran cepat. Karena karakternya yang ringan, Eau de Cologne sering dipakai untuk aktivitas harian, terutama di cuaca panas atau setelah mandi - Eau de Toilette (EdT)
Eau de Toilette memiliki konsentrasi fragrance oil antara 5–15%, dengan rata-rata sekitar 10%. Parfum jenis ini memiliki ketahanan aroma sedang, biasanya bertahan selama 3–5 jam di kulit.
Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan menyemprotkan parfum ke beberapa titik tubuh atau pakaian, seperti pergelangan tangan, leher, dan dada. Jika aromanya mulai memudar, parfum dapat disemprotkan kembali untuk menyegarkan wangi.
Eau de Toilette sangat cocok digunakan untuk aktivitas siang hari atau saat cuaca panas, karena wanginya ringan namun tetap terasa jelas. Dengan kadar minyak wangi yang lebih tinggi dibanding Eau de Cologne, jenis parfum ini memiliki harga sedikit lebih mahal, tetapi memberikan keseimbangan antara ketahanan dan kesegaran aroma. - Eau de Parfum (EdP)
Eau de Parfum memiliki konsentrasi fragrance oil sekitar 15–20%, sehingga aromanya lebih kuat dan tahan lama dibanding jenis parfum dengan konsentrasi lebih rendah. Daya tahannya bisa mencapai 6–8 jam, bahkan lebih lama pada kondisi tertentu atau jika diaplikasikan di titik nadi.
Cara penggunaannya sama seperti parfum pada umumnya, yaitu dengan menyemprotkan ke beberapa bagian tubuh atau pakaian seperti leher, pergelangan tangan, dan dada. Jika aromanya mulai memudar, parfum dapat disemprotkan ulang untuk menyegarkan kembali wanginya.
Eau de Parfum sangat cocok digunakan untuk aktivitas malam hari, acara formal, atau situasi khusus yang membutuhkan aroma lebih kuat dan tahan lama. Jenis parfum ini umumnya lebih mahal, sebanding dengan kualitas dan intensitas aroma yang dihasilkan. - Extrait de Parfum / Parfum Murni
Extrait de Parfum, atau dikenal juga sebagai Parfum Murni, merupakan jenis parfum dengan konsentrasi fragrance oil tertinggi, yaitu sekitar 20–40%. Karena kadar minyak wanginya sangat pekat, aroma parfum ini sangat kuat dan tahan lama, biasanya bertahan antara 8–12 jam, bahkan lebih dari sehari pada beberapa jenis kulit atau bahan pakaian tertentu.
Dalam beberapa kasus, aroma parfum ini masih tertinggal di pakaian meskipun telah dicuci. Karena intensitasnya yang tinggi, parfum jenis ini tidak perlu digunakan terlalu banyak — cukup satu atau dua semprotan pada area tubuh tertentu atau pada pakaian sudah cukup memberikan aroma yang mewah dan tahan lama.
Extrait de Parfum umumnya digunakan untuk acara resmi, pertemuan penting, atau momen istimewa, karena memberikan kesan elegan, eksklusif, dan berkelas. Harganya pun lebih tinggi dibanding jenis parfum lainnya, sebanding dengan kualitas dan ketahanan aromanya.